Kamis, 08 Oktober 2015

PENGERTIAN KOMUNIKASI DAN DIMENSI KOMUNIKASI

Definisi
·         Menurut para ahli :
       Menurut Ruben dan Steward Komunikasi adalah suatu proses mengaitkan individu yang satu dengan individu yang lainnya dalam suatu komunitas, kelompok, organisasi dan masyarakat yang menciptakan dan merespon pesan dengan tujuan beradaptasi dengan lingkungan yang satu dengan lainnya.
Menurut Rogers & O. Lawrence Kincaid Komunikasi merupakan suatu interaksi dimana terdapat dua orang atau lebih yang sedang membangun atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain yang pada akhirnya akan tiba dimana mereka saling memahami dan mengerti.
       Menurut COLIN CHERLY Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.
       Menurut GERALD R. MILLER Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk mempengaruhi perilaku mereka.
       Menurut William F. Glueck (Manajemen) Komunikasi dapat dibagi menjadi dua yaitu Interpersonal Communications dan Organization Communications. Interpersonal Communications adalah proses pertukaran informasi serta pemindahan pengertian antara dua orang atau lebih dalam kelompok kecil manusia. Sedangkan Organization Communications adalah dimana pembicara secara sistematis memberikan informasi dan memindahkan pengertian kepada orang banyak dalam organisasi dan kepada pribadi-pribadi serta lembaga-lembaga di luar yang ada hubungannya.

  •           Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan menjadi :

a. Komunikasi formal
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi / perusahaan yang tau caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, misalnya rapat kerja perusahaan, konferensi, seminar dan sebagainya.
b. Komunikasi informal
Komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus, dan sebagainya.
c. Komunikasi nonformal
d. Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang  berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan, dan sebagainya.

       Maka dapat diketahui bahwa komunikasi formal, informal dan nonformal saling berhubungan, dimana komunikasi nonformal merupakan jembatan antara komunikasi formal dengan komunikasi informal yang dapat memperlancar penyelesaian tugas resmi, serta dapat mengarahkan komunikasi informal kepada komunikasi formal.

       Dalam komunikasi terdapat 5 tingkatan komunikasi yaitu sebagai berikut:
  1.  Komunikasi massa bisa diartikan sebagai suatu jenis komunikasi yang diperuntukkan pada ruang lingkungan hidup yang lebih luas dari jenis-jenis komunikasi yang ada sebelumnya dan dilakukan melalui sebuah perantara yaitu media cetak maupun media elektronik sehingga pesan yang sama bisa diterima dengan cepat dan serentak.
  2. Komunikasi organisasi bisa dimakna sebagai jenis komunikasi dilakukan untuk memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Komunikasi dapat terjadi dalam penerimaan dan pengirim berbagai informasi organisasi dalam sebuah kelompok informal maupun formal dari sebuah organisasi dengan jumlah anggota relatif sedikit. Jenis komunikasi ini dapat dilakukan dengan lebih dari 2 orang tetapi mempunyai ruang lingkungan hidup yang kecil, dimana setiap individu memiliki pandangan dari setiap informasi yang disampaikan.
  3. Komunikasi antarpribadi bisa dimaknai sebagai jenis komunikasi yang dilakukan oleh seseorang dengan yang lain secara personal. Jenis komunikasi antarpribadi ini dapat dilakukan dengan cara bertatap muka dua orang namun biasanya tidak dilakukan secara tatap muka.
  4. Komunikasi intrapribadi yaitu suatu jenis komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang seperti proses dalam mengolah informasi melalui sistem sara dan pancaindra manusia. Jenis komunikasi ini dapat dilakukan kepada satu orang saja, misalnya berkomunikasi dengan diri sendiri atau sedang mengkhayal.
  5. Komunikasi yang efektif harus dilaksanakan dengan empat tahap yaitu pengumpulan fakta, perencanaan, komunikasi dan evaluasi.

  • DIMENSI KOMUNIKASI

Dimensi Isi
    Dimensi isi disandi secara verbal dan menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Dalam komunikasi massa, dimensi isi merujuk pada isi pesan.
Dimensi Arah
    Komunikasi dalam konteks ini dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah merupakan satu orang memberikan informasi kepada orang lainnya tanpa ada timbal balik, sedangkan komunikasi dua arah merupakan komunikasi dimana satu orang memberikan informasi ke orang lain, dan orang lain juga memberikan informasi, sehingga terjadi pertukaran informasi diantara keduanya.
Dimensi Kebisingan
    Tinggi rendahnya suara yaang terdengar dalam melakukan komunikasi.
Dimensi Jaringan

    Sampai sejauh mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukkan komunikasi diantaranya ada komunikasi yang bergantung pada (jaringan satelit)

DAFTAR PUSTAKA :  
Basuki, Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Marnis. 2009. Pengantar Manajemen. Pekanbaru. PT Panca Abdi Nurgama
Stoner, James A.F. 1996. Manajemen. Erlangga: Jakarta

Leavit . J, Harold. 1978. Psikologi Manajemen. Erlangga: JAKARTA

Rabu, 30 September 2015

PSIKOLOGI MANAJEMEN dan ORGANISASI

PSIKOLOGI MANAJEMEN 

PENGERTIAN 

  Kata manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal    Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner).
     Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
  •       Perencanaan (Planning)
  •    Pengorganisasian (Organizing),
  •    Pengarahan (Actuating/Directing), dan
  •    Pengawasan (Controlling)
      Kaitannya dengan psikologi:
     Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini meliputi semua orang, barang, keadaan dan kejadian yang ada di sekitar manusia. 
Maka, sejak zaman revolusi industri, tiga modal kerja yang utama adalah SDA (Sumber Daya Alam), SDU (Uang) dan SDM (Manusia), dan ilmu manajemen pun berkisar pada upaya untuk mengoptimalkan kinerja antar ketiga modal kerja itu.
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting, karena ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia, yang mampu mengintervensi atau mengolah berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan. 

ORGANISASI 
      
     Psikologi organisasi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku individu dan perilaku kelompok dalam aturan organisasi formal. Katz dan Kahn menyatakan bahwa esensi dari sebuah organisasi adalah “pola” atau motif perilaku manusia. Ketika perilaku berpola, beberapa struktur dikenakan pada individu. Struktur ini biasanya datang dalam bentuk peran (normatif standar yang mengatur perilaku) serta adanya pedoman nilai.Penting untuk membedakan antara formal dan informal organisasi. 
     Sebuah organisasi formal adalah salah satu organisasi yang memiliki ciri beberapa pernyataan yang menyatakan memenuhi tujuan dan tujuan yang sering dinyatakan secara tertulis. Organisasi formal juga biasanya menunjukkan beberapa tingkat kontinuitas dari waktu ke waktu, mereka sering bertahan hidup jauh lebih lama dari anggota pendiri lakukan. Organisasi bisnis jelas menunjukkan karakteristik ini yang mendefinisikan dari organisasi formal, seperti halnya banyak lain organisasi nirlaba dan pemerintah lembaga.
      Sebaliknya, sebuah organisasi informal di mana tujuannya adalah biasanya kurang eksplisitdaripada organisasi formal.

      Organisasi berbeda dari pengorganisasian, karena pengorganisasian adalah fungsi dari manajemen dan merupakan suatu proses yang dinamis sedangkan organisasi merupakan alat atau wadah yang bersifat statis. Dalam mencapai maksud dan tujuan organisasi.


Daftar Pustaka: 

1.      Usman, Husnaini, Manajemen Teori, Praktik, & Riset Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta, 2008.
2.      Tisnawati Sule, Erni, Pengantar Manajemen, Kencana, Bandung, 2004.
3.      Fathoni, Abdurrahmat, Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia,Rineka Cipta, Bandung, 2006.
4.      Handoko, T. Hani, Manajemen, BPFE, Yogyakarta, 1999.
5.      Hasibuan, Malayu S.P., Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah, Bumi Aksara; Jakarta, 2007.
6.      Wursanto, Ig,  Dasar-dasar Ilmu organisasi, CV. Andi offset; 2005

      
    



Sabtu, 27 Juni 2015

Sendiri bukan berarti sepi

Hai bloger, 
Kalian pernah merasa kalian sendiri? Pernah merasa kalau semua temen temen kalian nemenin kalian cuma karena "kasihan"? Cuma karena ya nemenin aja. 
Yaaa kalau menurut saya pribadi semua orang itu fake bahkan saya sendiri pun sadar kalau saya adalah seseorang yang sering kali menampilkan kepalsuan, tapi ya ini hidup di al-Quran juga begitu bukan? Kehidupan didunia ini penuh kepalsuan tidak kekal. Saya neta 20tahun  berkuliah di gunadarma semester 4, dari saya kecil sampai sekarang kalian percaya kalau saya lebih menyukai sendiri bukan dalam hal tidak punya teman ya tapi lebih ke hal yang kemana mana sendiri apapun sendiri. Tapi jangan salah saya paling tidak bisa mengerjakan sesuatu sendiri bingung ya? Sama, tapi yang jelas saya memang suka sendiri namun ada waktu tertentu saya sangat membutuhkan opini orang lain terhadap apa yang saya lakukan it's normal rite? 
Tapi bener deh selama 20tahun ini saya belum bisa nemuin satusatu nya orang yang saya percayai bahkan orang tua sendiri karena dari kecil mama saya memang tidak membudayakan lebih percaya terhadap anak nya yaaa mungkin memiliki mindset kalau anak kecil sulit dipercaya padahal dimasa itu anak malah butuh banget kepercayaan orang tua ya. Jadi ya saya sih benar benar percaya pada allah saja ya jelas ya Allah lah yang menciptakan kita dan seharusnya kita mempercayai nya. Tapi ada satu hal walaupun kalian kadang merasa terpuruk jangan sekali kali nampilin itu ke public karena orang lain sebenarnya ngga peduli apa yang kalian rasa tapi mereka hanya pura pura peduli bayangkan aja kalian fun fun aja juga pasti ada aja yang membicarakan kalian yang sirik akan keadaan kalian apalagi kalian menunjukan sikap yang mengasihani? Is a big no. Jadi tampilkan kan lah yang baik jangan pernah terlihat lemah walaupun kalian lemah jangan tunjukan bahwa kalian bodoh walaupun memang begitu dunia ini tidak membutuhkan siapa diri kamu sebenarnya tapi apa yang kamu tanpilkan kepada mereka. Ya begitu menurut saya 

Kamis, 04 Juni 2015

Isn't life?

Air jernih pun dapat berubah menjadi air keruh begitu juga dengan buah yang segar dapat berubah membusuk bila tak di petik. Kehidupan ini pun sama, semua orang dapat berubah yang sebelumnya sering terjalin nya canda tawa namun berjalan nya waktu menegurpun segan yang intens siang sampai malam on the phone hanya untuk saling chating mengetik kata "hai" pun terasa ragu. Ya! Inilah hidup perkenalan, saling menjaga, saling menyayangi, saling memberi canda dan tawa, dapat berakhir dengan perpisahan. Kadang tidak banyak yang tau sebab atas perpisahan yang kita alami namun dibalik itu semua pasti memiliki alasan yang mungkin hanya tidak ingin saling menyakiti satu dengan yang lain. Ntahlah terkadang hidup ini terlalu teka teki sulit ditebak namun mencari jawaban nya pun terlalu berliku.

Rabu, 03 Juni 2015

Renungan diri

Malam tidak selalu indah dan kadang laut  yang tenang bisa sangat menakutkan, begitu pun hidup tidak selamanya hidup ini tentram dan damai segala permasalahan silih berganti. Begitu pula dengan jati diri manusia yang mempunyai perilaku buruk bertransformasi menjadi baik begitu pula sebaliknya yang mungkin ada nya kehilafan manusia. Sebagai manusia mahluk ciptaan-Nya pasti kita tidak dapat luput dari kesalahan begitu juga saya begitu banyak hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan,dilarang tetapi sebagai mahluk yang penuh khilaf tetap saja kita lakukan dan kita langgar. Coba saja kita sedikit peka terhadap bumi ini terhadap hal-hal kecil seperti halnya "pohon jatuhpun Allah SWT sudah mengaturnya" kata kata ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam bentuk apapun itu sudah di atur oleh-Nya namun karena kurang peka nya kita sebagai manusia terkadang kita selalu melupakan bahwa Allah maha mengetahui apa yang kita kerjakan apa yang kita lakukan pada orang lain mau pun pada diri sendiri. Maka dari itu tetap lah perbanyak bersyukur atas apapun yang engkau alami perbanyak istigfar atas kekhilafan yang kita lakukan mintalah ampunan dan yakin lah Allah selalu didekatmu maka beliau akan selalu ingat kepadamu. Inshaallah. 

Jumat, 29 Mei 2015

PENGERTIAN, FENOMA STRES PADA WANITA serta HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL dan SOCIAL SUPPPORT

1.     PENGERTIAN TENTANG GANGGUAN MENTAL
Gangguan Mental dapat disebut juga kekalutan mental, kekacauan mental, penyakit mental.
Gangguan mental menurut para ahli :
·        Kartini Kartono (1989), yang disebut dengan gangguan mental adalah bentuk gangguan dan kekacauan fungsi mental atau kesehatan mental yang disebabkan oleh kegagalan dari mereaksi nya mekanisme adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan terhadap stimulus ekstern serta ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan fungsi atau gangguan struktur dari satu bagian, satu organ atau system kejiwaan/ mental.
·        J.P Chaplin (1981), berpendapat bahwa gangguan mental adalah sembarang ketidakmampuan menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki suatu kesanggupan.

FENOMA STRES PADA WANITA
Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting  .  Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. (ref:edy64).
Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif, karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil.
Sebagai contoh:
 banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja yang berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang menaikkan mutu pekerjaan mereka dan kepuasan yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka.
 

  SUMBER POTENSI STRES

§  Faktor pribadi
Faktor-faktor pribadi terdiri dari masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi, serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang.
Survei nasional secara konsisten menunjukkan bahwa orang sangat mementingkan hubungan keluarga dan pribadi. berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan, retaknya hubungan, dan kesulitan masalah disiplin dengan anak-anak adalah beberapa contoh masalah hubungan yang menciptakan stres.
Masalah ekonomi karena pola hidup yang lebih besar pasak daripada tiang adalah kendala pribadi lain yang menciptakan stres bagi wanita dan mengganggu konsentrasi individu tersebut. Hal ini membawa para peneliti pada kesimpulan bahwa sebagian orang memiliki kecenderungan kecenderungan inheren untuk mengaksentuasi aspek-aspek negatif dunia secara umum. Jika kesimpulan ini benar, faktor individual yang secara signifikan memengaruhi stres adalah sifat dasar seseorang.
·        MENGATASI STRES
Stres dapat diatasi atau diringankan dampaknya dengan cara:
§  mengkonsultasikan masalah yang sedang dihadapi kepada psikiater atau rekan kerja atau teman dekat
§  melakukan olahraga ringan
§  mengkonsumsi bahan makanan kaya gizi
§  menonton acara komedian atau lawak
§  bermain video game
§  berkumpul dengan teman sesame wanita

·        Contoh kasus konflik pada wanita yang berperan ganda:
Deni dan Susan, adalah salah satu pasangan yang menjalani pernikahan dengan beda pendapatan tersebut. Saat Deni kena PHK dari pekerjaannya dengan jabatan sebagai manajer sebuah bank, ia pun harus mencari pekerjaan lain. Pekerjaan barunya kini ternyata gajinya lebih kecil dari sang istri, Susan yang bekerja sebagai kepala HRD sebuah perusahaan. 
 Kini setelah menjadi orang yang pendapatannya lebih tinggi dari sang suami, Susan merasa lebih percaya diri. "Aku jadi tidak bergantung lagi secara finansial pada suami," katanya. Hanya saja jika memang boleh memilih, Susan yang ibu satu anak itu lebih suka menjadi ibu rumah tangga atau bekerja part time saja. "Jadi aku bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan putraku," katanya. Wanita seperti Susan, meski bergaji lebih besar dari suaminya, harus berjuang untuk menyeimbangkan tugasnya sebagai orangtua sekaligus dengan pekerjaannya.

·        Analisis Kasus
Satu dampak dari keterlibatan wanita dalam angkatan kerja adalah terjadinya konflik antara kebutuhan untuk pengembangan diri dalam karir dengan nilai-nilai tradisional yang melekat pada wanita.  Hubungan antara pekerjaan dan keluarga adalah dua arah (bidirectional), yaitu lingkungan pekerjaan dapat mencampuri lingkungan keluarga (work to family conflict), dan lingkungan keluarga dapat mencampuri lingkungan pekerjaan (family to work conflict) (Adams dkk, 1996). Konflik seringkali terjadi karena tugas rumah tangga sering datang seiring dengan tugasnya sebagai karyawan dan keduanya memerlukan perhatian yang sama besar, waktu dan energi dibutuhkan untuk mencapai pemenuhan peran yang optimal. Konflik antara lingkup pekerjaan dan keluarga hadir pada saat individu harus menampilkan multi peran: pekerja, pasangan, dan orang tua (Senecal dkk., 2001). Bimbaum melaporkan bahwa satu dari enam wanita professional di Amerika mengalami konflik dalam mengkombinasikan karir dan rumah tangga (Arinta & Azwar, 1993).
Pekerjaan dan keluarga dapat menjadi stressful, stress dalam menghadapi peran gandanya tersebut. Apalagi jika pekerjaan dan keluarganya memberi tekanan dalam waktu yang bersamaan. Sebagai ibu yang memiliki anak, maka kewajibanya untuk mengawasi tumbuh kembang si anak tersebu. Pada sisi lain dia juga harus memikirkan tanggung jawab yang lain, yaitu tanggung jawab sebagai seorang pemimpin pada suatu perusahaan yang juga memerlukan perhatian lebih agar perusahaan yang dipimpin tetap berada pada jalurnya.

 Konflik yang terjadi pada peran di pekerjaan dan peran di keluarga menimbulkan efek-efek negatif. Konflik pekerjaan - keluarga (work - family conflict) oleh para ahli selalu dikaitkan dengan sumber stress yang mempengaruhi segi fisik dan psikologis (Adams dkk.,1996). Frone, Russel, & Barnes (Major dkk, 2002) menyatakan bahwa konflik antara pekerjaan ke keluarga (work to family conflict) mempunyai hubungan dengan depresi dan keluhan somatic. Konflik yang berkepanjangan. Tidak saja dapat menurunkan kinerja, Tetapi bisamenimbulkan stres. Stres terjadi karena konflik yang berkepanjangan menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan psikis, sebagai bentuk reaksi terhadap tekanan yang intensitasnya sudah terlalu tinggi.
    Dampak yang ditimbulkan oleh konflik salah satunya adalah stress. Stress bukan hanya bersifat personal,stress juga dapat terjadi di lingkungan kerja.
  • §        Menurut Selye (dalam Beehr, et al., 1992), pengertian dari stress kerja adalah respon seorang individu terhadap stresor di tempat kerja. Stres sebagai reaksi organisme, yang dapat berupa reaksi fisiologis, psikologis, atau perilaku. Berdasarkan definisi di atas, stress kerja dapat diartikan respon individu terhadap sumber atau stresor, dimana stresor yang dimaksud adalah segala kondisi pekerjaan yang dipersepsikan karyawan sebagai suatu tuntutan dan dapat menimbulkan stress kerja yang dapat memunculkan reaksi individu berupa reaksi fisiologis, psikologis, dan perilaku.
  • §   Menurut Stephen Palmer & Cary Cooper (2007), mengemukakan bahwa respon terhadap stres dapat ditampilkan dalam 3 bentuk, yaitu bentuk fisik, perilaku dan psikologis.

Gejala yang ditimbulkan dalam bentuk fisik, antara lain, mulut kering, tangan lembab, sesak nafas, migrain, diare, asma bahkan sampai pingsan. Gejala yang ditampilkan dalam bentuk perilaku, antara lain perilaku agresif, meningkatkan konsumsi alkohol, menunda-nunda pekerjaan, perilaku pasif, perubahan pola tidur, menurunnya performa kerja, meningkatkan absensi, meningkatkan konsumsi kafein, manajemen waktu yang jelek. Sedangkan gejala psikologis ditampilkan antara lain dalam bentuk marah, gelisah, ketakutan, cemas, rasa malu, turunnya harga diri, keinginan bunuh diri, pikiran paranoid, mimpi buruk, depresi, kecemburuan, tidak dapat berkonsentrasi, sering melamun.

2.     HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL dan SOCIAL SUPPORT
v Arti kata Kesehatan Mental
Kesehatan Mental merupakan alih bahasa dari Mental Hygiene atau Mental Health berasal  dari kata Hygiene dan Mental. Secara etimologi Hygiene dari kata Hygea yaitu, nama Dewi Kesehatan Yunani kuno yang mempunyai tugas mengurus masalah kesehatan manusia di dunia. Kemudian muncul kata hygiene untuk  menunjukkan  suatu kegiatan yang bertujuan mencapai hygiene. Sedangkan mental berasal dari kata latin Mens dan Mentis yang berarti jiwa, nyawa, sukma, roh, dan semangat.

v Kesehatan Mental menurut Para Ahli

Menurut Jalaluddin dalam bukunya “Psikologi Agama” bahwa:
“Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan)”.
Sedangkan,  menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.
Zakiah Daradjat mendefenisikan bahwa mental yang sehat adalah terwujudnya keserasian yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara individu dengan dirinya sendiri dan lingkungannya berdasarkan keimanan dan ketakwaan serta bertujuan untuk mencapai hidup bermakna dan bahagia di dunia dan akhirat. Jika mental sehat dicapai, maka individu memiliki integrasi, penyesuaian dan identifikasi positif terhadap orang lain. Dalam hal ini, individu belajar menerima tanggung jawab, menjadi mandiri dan mencapai integrasi tingkah laku.



 

  • Pengertian Dukungan Sosial


            Pierce (dalam Kail and Cavanaug, 2000) mendefinisikan dukungan sosial sebagai sumber emosional, informasional atau pendampingan yang diberikan oleh orang- orang disekitar individu untuk menghadapi setiap permasalahan dan krisis yang terjadi sehari- hari dalam kehidupan. Diamtteo (1991) mendefinisikan dukungan sosial sebagai dukungan atau bantuan yang berasal dari orang lain seperti teman, tetangga, teman kerja dan orang- orang lainnya.
            Gottlieb (dalam Smet, 1994) menyatakan dukungan sosial terdiri dari informasi atau nasehat verbal maupun non verbal, bantuan nyata, atau tindakan yang didapatkan karena kehadiran orang lain dan mempunyai manfaat emosional atau efek perilaku bagi pihah penerima. Sarafino (2006) menyatakan bahwa dukungan sosial mengacu pada memberikan kenyamanan pada orang lain, merawatnya atau menghargainya. Pendapat senada juga diungkapkan oleh Saroson (dalam Smet, 1994) yang menyatakan bahwa dukungan sosial adalah adanya transaksi interpersonal yang ditunjukkan dengan memberikan bantuan pada individu lain, dimana bantuan itu umunya diperoleh dari orang yang berarti bagi individu yang bersangkutan. Dukungan sosial dapat berupa pemberian infomasi, bantuan tingkah laku, ataupun materi yang didapat dari hubungan sosial akrab yang dapat membuat individu merasa diperhatikan, bernilai, dan dicintai.

      Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial adalah dukungan atau bantuan yangh berasal dari orang yang memiliki hubungan sosial akrab dengan individu yang menerima bantuan. Bentuk dukungan ini dapat berupa infomasi, tingkah laku tertentu, ataupun materi yang dapat menjadikan individu yang menerima bantuan merasa disayangi, diperhatikan dan bernilai.

v Sumber-sumber Dukungan Sosial
Menurut Rook dan Dootey (1985) yang dikutip oleh Kuntjoro (2002), ada 2 sumber dukungan sosial yaitu sumber artifisial dan sumber natural.

-       -   Dukungan sosial artifisial
Dukungan sosial artifisial adalah dukungan sosial yang dirancang ke dalam kebutuhan primer seseorang, misalnya dukungan sosial akibat bencana alam melalui berbagai sumbangan sosial.
-        -   Dukungan sosial natural
Dukungan sosial yang natural diterima seseorang melalui interaksi sosial dalam kehidupanya secara spontan dengan orang- orang yang berada di sekitarnya, misalnya anggota keluarga (anak, isteri, suami dan kerabat), teman dekat atau relasi. Dukungan sosial ini bersifat non- formal.

Sumber dukungan sosial yang bersifat natural berbeda dengan sumber dukungan sosial yang bersifat artifisial dalam sejumlah hal. Perbedaan tersebut terletak dalam hal sebagai berikut ;
Keberadaan sumber dukungan sosial natural bersifat apa adanya tanpa dibuat- buat sehingga lebih mudah diperoleh dan bersifat spontan. Sumber dukungan sosial yang natural memiliki kesesuaian dengan norma yang berlaku tentang kapan sesuatu harus diberikan. Sumber dukungan sosial yang natural berakar dari hubungan yang telah berakar lama. Sumber dukungan sosial yang natural memiliki keragaman dalam penyampaian dukungan sosial, mulai dari pemberian barang- barang nyata hingga sekedar menemui seseorang dengan penyampaian salam. Sumber dukungan sosial yang natural terbebas dari beban dan label psikologis .


Menurut Wangmuba (2009), sumber dukungan sosial yang natural terbebas dari beban dan label psikologis terbagi atas :

- Dukungan sosial utama bersumber dari keluarga.
Mereka adalah orang- orang terdekat yang mempunyai potensi sebagai sumber dukungan dan senantiasa bersedia untuk memberikan bantuan dan dukungannya ketika individu membutuhkan. Keluarga sebagai suatu sistem sosial, mempunyai fungsi- fungsi yang dapat menjadi sumber dukungan utama bagi individu, seperti membangkitkanpersaan memiliki antara sesama anggota keluarga, memastikan persahabatan yang berkelanjutan dan memberikanrasa aman bagi anggota- anggotanya.
Menurut  Argyle (dalam Veiel & Baumann,1992), bila individu dihadapkan pada suatu stresor maka hubungan intim yang muncul karena adanya sistem keluarga dapat menghambat, mengurangi, bahkan mencegah timbulnya efek negatif stresor karena ikatan dalam keluarga dapat menimbulkan efek buffering (penangkal) terhadap dampak stresor. Munculnya efek ini dimungkinkan karena keluarga selalu siap dan bersedia untuk membantu individu ketika dibutuhkan serta hubungan antar anggota keluarga memunculkan perasaan dicintai dan mencintai. Intinya adalah bahwa anggota keluarga merupakan orang- orang yang penting dalam memberikan dukungan instrumental, emosional dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai peristiwa menekan dalam kehidupan.

- Dukungan sosial dapat bersumber dari sahabat atau teman.
Suatu studi yang dilakukan oleh Argyle & Furnham (dalam Veiel & Baumann,1992) menemukan tiga proses utama dimana sahabat atau teman dapat berperan dalam memberikan dukungan sosial. Proses yang pertama adalah membantu meterial atau instrumental. Stres yang dialami individu dapat dikurangi bila individu mendapatkan pertolongan untuk memecahkan masalahnya. Pertolongan ini dapat berupa informasi tentang cara mengatasi masalah atau pertolongan berupa uang. Proses kedua adalah dukungan emosional. Perasaan  tertekan dapat dikurangi dengan membicarakannya dengan teman yang simpatik. Harga diri dapat meningkat, depresi dan kecemasan dapat dihilangkan dengan penerimaan yang tulus dari sahabat karib. Proses yang ketiga adalah integrasi sosial. Menjadi bagian dalam suatu aktivitas waktu luang yang kooperatif dan diterimanya seseorang dalam suatu kelompok sosial dapat menghilangkan perasaan kesepian dan menghasilkan perasaan sejahtera serta memperkuat ikatan sosial.

Bentuk Dukungan Sosial
Menurut Kaplan and Saddock (1998), adapun bentuk dukungan sosial adalah sebagai berikut ;
  1. Tindakan atau perbuatan

  Bentuk nyata dukungan sosial berupa tindakan yang diberikan oleh orang disekitar pasien, baik dari keluarga, teman dan masyarakat.
-         Aktivitas religius atau fisik
Semakin bertambahnya usia maka perasaan religiusnya semakin tinggi. Oleh karena itu aktivitas religius dapat diberikan untuk mendekatkan diri pada Tuhan.
-         Interaksi atau bertukar pendapat
Dukungan sosial dapat dilakukan dengan interaksi antara pasien dengan orang- orang terdekat atau di sekitarnya, diharapkan dengan berinteraksi dapat memberikan masukan sehingga merasa diperhatikan oleh orang di sekitarnya.

-         Dampak Dukungan Sosial
  • Dukungan sosial merupakan bantuan atau dukungan yang diterima individu dari orang- orang tertentu dalam kehidupannya. Diharapkan dengan adanya dukungan sosial maka seseorang akan merasa diperhatikan, dihargai dan dicintai. Dengan pemberian dukungan sosial yang bermakna maka seseorang akan mengatasi rasa cemasnya terhadap pembedahan yang akan dijalaninya (Suhita, 2005)
  • Dukungan sosial juga dapat mengubah hubungan antara respon individu pada kejadian yang dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan itu sendiri mempengaruhi strategi untuk mengatasi kecemasan dan dengan begitu memodifikasi hubungan antara kejadian yang menimbulkan kecemasan dan efeknya. Pada derajat dimana kejadian yang menimbulkan kecemasan mengganggu kepercayaan diri dan dukungan sosial dapat memodifikasi efek itu.


Dukungan sosial ternyata tidak hanya memberikan efek positif dalam mempengaruhi kejadian dari efek kecemasan. Dalam Sarafino (1998) disebutkan beberapa contoh efek negatif yang timbul dari dukungan sosial, antara lain :
  • ·        Dukungan yang tersedia tidak dianggap sebagai sesuatu yang membantu. Hal ini dapat terjadi karena dukungan yang diberikan tidak cukup, individu merasa tidak perlu dibantu atau terlalu khawatir secara emosional sehingga tidak memperhatikan dukungan yang diberikan.
  • ·        Dukungan yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan individu. Sumber dukungan memberikan contoh buruk pada individu seperti melakukan atau menyarankan perilaku tidak sehat.
  • ·        Terlalu menjaga atau tidak mendukung individu dalam melakukan sesuatu yang diinginkannya. Keadaan ini dapat mengganggu program rehabilitasi yang seharusnya dilakukan oleh individu dan menyebabkan individu menjadi tergantung pada orang lain.


Dimensi Dukungan Sosial
Menurut Jacobson (1986), dukungan sosial meliputi 3 hal, diantaranya ;
  • Emotional support, meliputi ; perasaan nyaman, dihargai, dicintai dan diperhatikan.
  • Cognitive support, meliputi ; informasi, pengetahuan dan nasehat.
  • Material support, misalnya ; bantuan atau pelayanan berupa sesuatu barang dalam mengatasi masalah.

Kategori Dukungan Sosial :
Menurut Nursalam (2003), dukungan sosial keluarga dikategorikan menjadi ;
Dukungan sosial kurang dengan skor < 7
Dukungan sosial cukup dengan skor 8 – 13
Dukungan sosial kurang dengan skor 14 – 20

LALU APA SI HUBUNGANNYA???

Hubungan Kesehatan Mental dan Social Support
Jelas sekali keduanya itu saling berkaitan satu sama lain. Kenapa???
Karena dari teori-teori diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa Dukungan Sosial itu sangat mempengaruhi Kesehatan Mental kita. Mental yang sehat dapat terwujud karena adanya kebutuhan-kebutahan Dukungan Sosial yang terpenuhi, sebaliknya kemungkinan jika kebutuhan-kebutuhan Dukungan Sosial kita tidak terpenuhi akan mengakibatkan gangguan mental yang tidak diharapkan.

referensi :

Froland, C., Brodsky, G., Olson, M., & Stewart, L. 2000. Social Support and Social Adjustment: Implications for mental health proffesionals. Community Mental Health Journal, 36 (1), 61-75
Riyanti, Dwi,  B. P., Prabowo, Hendro. 1998. Psikologi Umum 2. Jakarta. Gunadarma
Basuki, Heru, M. A., 2008. Psikologi Umum.  Jakarta. Universitas Gunadarma



Sabtu, 28 Maret 2015

SEJARAH KESEHATAN MENTAL dan PERBEDAAN KONSEP BARAT dan TIMUR dalam PSIKOLOGI


  • Sejarah Kesehatan Mental
    Kesehatan mental bukan lah penyakit baru untuk di zaman ini melainkan sudah di alami oleh nenek moyang terdahulu seperta dalam Homo Sapiens. Keturunan mereka sangat takut dengan predator, mereka mengalami kecelakaan dan penyakit yang merusak mental mereka. Oleh karena itu mereka berusaha mengatasi, memulihkan kesehatan mental, mula mula di jelaskan bahwa kelakuan- kelakuan mental dengan gejala alam saling berhubungan yang di kaitkan dengan pengaruh buruk orang lain atau roh jahat.
    Dalam sejarah kesehatan mental cara menguranginya adalah menghilangkan nya. Dan perkembangan kesehatan mental sendiri sangat lambat, hal ini disebabkan oleh dua alasan yaitu, 
Pertama: sikap yang disebkan oleh prilaku abnormal membuatnya prilaku tersendiri karena perasaan takut, malu, dan bersalah dalam keluarga pasien.Oleh karena itu penangan nya diserahkan kepada pihak negara atau lembasga agama yang menjadi pelindung baik untuk perilaku kelompok atau individu. Kedua : perkembangan ilmu begitu lambat dan sporadis, dan banyak mengalami kemajuan sangat penting yang telah dicapai mengalami penolakan keras. Hal ini menjadikan hal yang khas bagi kesehatan mental dibandingkan ilmu ilmu yang lain. 
    1.Masa Animisme
Sejak zaman dulu, sikap terhadap gangguan kepribadian atau mental telah muncul dalam konsep primitif animisme. Ada kepercayaan bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang primitif percaya bahwa angin bertiup, ombak mengalun, batu berguling, dan pohon tumbuh karena pengaruh roh yang tinggal dalam benda-bendatersebut. Orang Yunani percaya bahwa gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dari korban yang mereka persembahkan.Praktik-praktik semacam tersebut berlangsung mulai dari abad 7-5 SM. Setelah kemunculan naturalisme, maka praktik semacam itupun kian berkurang, walaupun kepercayaan tentang penyakit mental tersebut berasal dari roh-roh jahat tetap bertahan sampai abad pertengahan.
     2.Kemunculan Naturalisme
Perubahan sikap terhadap tradisi animisme terjadi pada zaman Hipocrates (460-467). Dia dan pengikutnyamengembangkan pandangan revolusioner dalam pengobatan, yaitu dengan menggunakan pendekatan ”Naturalisme”. Aliranini berpendapat bahwa gangguan mentalatau fisik merupakan akibat dari alam. Hipocrates menolak pengaruh roh, dewa,setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia menyatakan: ”Jika Anda memotong batok kepala, maka Anda akan menemukanotak yang basah, dan memicu bau yang amis, tetapi Anda tidak akan melihat roh, dewa atau hantu yang melukai badan Anda.”Ide naturalistik ini kemudian dikembangkan oleh Galen, seorang tabib dalam lapangan pekerjaan pemeriksaan ataupembedahan hewan.Dalam perkembangan selanjutnya, pendekatan naturalistik ini tidak dipergunakan lagi di kalangan orang-orang Kristen.Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filasafat politik dan sosial yang baru untuk memecahkanproblem penyakit mental. Dia telah terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris.Di rumah sakit ini, para pasiennya(yang maniak) dirantai, diikat di tembok dan di tempat tidur. Para pasien yang telah dirantai selama 20 tahun atau lebihkarena dipandang sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, di antara mereka banyak yang berhasil. Mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya sendiri

      3. Sejarah Kesehatan Mental Era Modern
Perubahan yang sangat berarti dalam sikap dan pengobatan gangguan mental, yaitu dari animisme (irrasional) dan tradisional ke sikap dan cara yang rasional (ilmiah), terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat, yaitu pada tahun 1783. Ketika itu, Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staff medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini, ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics
(orang-orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu, sedikit sekali pengetahuan tentang penyakit kegilaan tersebut, dan kurang mengetahui caramenyembuhkannya. Sebagai akibatnya, pasien-pasien tersebut didukung dalam sel yang kurang sekali alat ventilasinya, danmereka sekali-sekali diguyur dengan air.Rush melakukan usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut.Cara yang ditempuhnya adalah dengan melalui penulisan artikel-artikel dalam koran, ceramah, dan pertemuan-pertemuanlainnya. Akhirnya, setelah usaha itu dilakukan (selama 13tahun), yaitu pada tahun 1796, di rumah mental, ruangan inidibedakan untuk pasien wanita dan pria.Secara berkesenimbungan, Rush mengadakan pengobatan kepada para pasiendengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.Perkembangan psikologi abnormal dan pskiatri ini memberikan pengaruh kepada lahirnya ”mentalhygiene” yang berkembang menjadi suatu ”Body of Knowledge
     Beserta gerakan-gerakan yang terorganisir.Perkembangan kesehatan mental dipengaruhi oleh gagasan, pemikiran dan inspirasi para ahli, terutama dari dua tokohperintis, yaitu Dorothea Lynde Dixdan Clifford Whittingham Beers. 

  •     Konsep Sehat
    Konsep Sehat itu adalah sebuah keadaan normal yang sesuai dengan standar yang diterima berdasarkan kriteria tertentu, sesuai jenis kelamin dan komunitas masyarakat. Itu adalah pengertian sehat yang saya mengerti pada awalnya. Dan setelah sekian lama Sehat Kita Semua tidak memposting makan pada kali kesempatan ini setelah vakum cukup lama akan memberikan hal sedikit tentang beberapa hal yangb berhubungan dengan konsep dan pengertian sehat ini.


Hidup sehat dan dalam kesehatan akan sangat membantu kita dalam melakukan berbagai macam aktifitas kehidupan sert arutinitas yang bisa dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bila dalam keadaan sekita atau poun kurang sehat maka hal ini akan mempengaruhi akan produktifitas kita juga.


Dimulai dari apa yang dimaksud dengan pengertian sehat ini. Pengertian sehat menurut WHO adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Dan beberapa pengertian sehatlainnya yaitu diantaranya :

Sehat adalah perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain (aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesuaian diperlukan untuk mempertahankan stabilitas dan integritas struktural. ( Menurut Pender, 1982 )
Sehat / kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.( Menurut UU N0. 23/1992 tentang kesehatan)
Sehat adalah fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (self care Resouces) yang menjamin tindakan untuk perawatan diri ( self care actions) secara adekuat. Self care Resouces : mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap. Self care Actions merupakan perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahankan dan meningkatkan fungsi psikososial dan spiritual. (Menurut Paune, 1983)

  • Pebedaan Kesehatan Mental Barat dan Timur 
    Terdapat perbedaan antara konsep kesehatan mental Timur dan Barat. Hal ini terelihat dari model-model aliran yang berkembang di Tiur dan Barat. Model tersebut merupakan cara merekonstruksi realita, memberikan makna kepada fenomena-fenomena alam.

Di Barat berkembang model Biomedis yang menemukan virus dan bakteri sebagai sumber penyakit, dan memandang kesehatan dan penyakit hanya dihubungan pada tubuh manusia saja. Sedangkan Psikiatris lebih mendasar pada bukti fisik dari penyakit dan treatment fisik seperti pemberian obat-obatan dan pembedahan. Sementara Psikosomatis mulai mengembangkan bahwa kesehatan penyakit tidak hanya berkaitan dengan tubuh, akan tetapi memiliki kesinambungan dan keterkaitan antara faktor fisik dan faktor mental. Dan dalam model psikosomatis, tidak ada penyakit somatik tanpa disebabkan oleh antesenden emosional dan atau sosial.
Jika dibandingkan dengan konsep kesehatan Barat, konsep kesehatan Timur lebih bertolak pada model Holistik. Holistik memiliki arti sempit yaitu melihat organisme manusia sebagai suatu sistem kehidupan yang semua komponennya saling terkait dan tergantung. Sedangkan dalam arti luasnya, organism individual berinteraksiterus-menerus dengan lingkungan fisik dan sosial yang terpengaruh oleh lingkungan tetapi juga mempengaruhi dan mengubah lingkungannya tersebut.




sumber :
- whitbourne, H. (2010). Psikologi Abnormal. Jakarta: Salemba Humaika
- Semiun, Yustinus, OFM. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius.